erita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Rabu, 30 November 2011
IBU TEWAS DEMI ANAKNYA
12 Mei 2008
Wen Chuan, salah satu daerah yang paling parah terkena gempa. Sukarelawan yang bertugas saat itu menemukan pemandangan yang memilukan.
"Lihat itu, ada seorang wanita di sana"
Dari balik reruntuhan tampak jenazah seorang wanita, dan ada sesuatu di bawahnya, seorang bayi.
Wen Chuan, salah satu daerah yang paling parah terkena gempa. Sukarelawan yang bertugas saat itu menemukan pemandangan yang memilukan.
"Lihat itu, ada seorang wanita di sana"
Dari balik reruntuhan tampak jenazah seorang wanita, dan ada sesuatu di bawahnya, seorang bayi.
KISAH IBU BERMATA SATU
Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar
Senin, 21 November 2011
Problematika di Kota Metropolitan
Kemacetan lalu lintas, banjir, kasus-kasus kriminalitas serta masih banyak lagi problematika serta realita kehidupan dapat kita jumpai disini. Ya, Jakarta. Disinilah letak ibukota Indonesia. Tempat di mana banyak orang dari berbagai tempat berkunjung dan mengadu nasib. Bagaimana tidak, Penduduk di Jakarta makin bertambah tiap tahunnya demi mencari materi, soft skill, pekerjaan, hingga kehidupan yang layak. Akibatnya,
JILBAB = Syar'I or Trendy…??? (1)
Kewajiban Berhijab
Allah berfirman :
Artinya : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya (pakaian terusan/panjang) ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ [QS. al-Ahzab : 59].
Artinya: ‘Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khimar) kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ….’ [QS. an-Nûr : 31].
Allah berfirman :
Artinya : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya (pakaian terusan/panjang) ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ [QS. al-Ahzab : 59].
Artinya: ‘Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khimar) kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ….’ [QS. an-Nûr : 31].
Workshop Jurnalistik (2)
DK.COM, Jakarta - Di hari kedua pelaksanaan kegiatan, peserta yang datang sedikit berkurang. Namun semangat kegiatan tetap seimbang seperti di awal. Suasana di dalam ruangan pun tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya, hanya saja saat ini peserta dan pembicara full membahas materi tentang tugas-tugas yang diberikan. Pembicara pun masih sama yakni Bapak Farid Gaban. Meskipun dalam tahap pengkoreksian tugas peserta masih ada kekeliruan dalam penyusunan berita maupun penyelesaian masalah, pembicara tetap santai memberi pengarahan dan masukan kepada seluruh peserta.
Kegiatan pun mendapat apresiasi yang cukup besar. Sangat disayangkan dimana undangan panitia hanya di
Kegiatan pun mendapat apresiasi yang cukup besar. Sangat disayangkan dimana undangan panitia hanya di
Workshop Jurnalistik (1)
DK.COM, Jakarta - Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB di Aula Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, peserta workshop berkumpul dan mulai mengikuti materi pertama yang dibawakan oleh mantan salah satu Redactor Majalah TEMPO, Bapak Farid Gaban.
Beliau memulai materi pertama dengan judul “Jurnalisme Investigasi”. Tampak peserta yang terdiri dari jurnalis media cetak nasional, daerah hingga televisi bahkan aktifis kampus, mengikuti dengan seksama pembahasan demi pembahasan yang di kaji secara ringan oleh pembicara, meskipun suasana sedikit ‘monoton’, namun peserta tetap antusias. Pembicara mencoba mencairkan suasana dengan sedikit humor segar dalam penjelasan-penjelasannya.
Beliau memulai materi pertama dengan judul “Jurnalisme Investigasi”. Tampak peserta yang terdiri dari jurnalis media cetak nasional, daerah hingga televisi bahkan aktifis kampus, mengikuti dengan seksama pembahasan demi pembahasan yang di kaji secara ringan oleh pembicara, meskipun suasana sedikit ‘monoton’, namun peserta tetap antusias. Pembicara mencoba mencairkan suasana dengan sedikit humor segar dalam penjelasan-penjelasannya.
Langganan:
Postingan (Atom)